Pertanyaan Pemantik untuk sesi
pembelajaran ini adalah:
- Apakah saya mengubah pemikiran saya sebagai akibat
dari apa telah saya pelajari?
- Bagaimana perubahan pemikiran tersebut berkontribusi
terhadap pemahaman saya tentang implementasi pembelajaran berdiferensiasi?
- Bagaimana saya tetap dapat bersikap positif walaupun banyak tantangan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi ini?
1. Apakah saya mengubah pemikiran saya sebagai akibat dari
apa telah saya pelajari?
Pemikiran saya dalam proses pembelajaran
sebelum mempelajari modul 2.1 ini memang belum berfokus pada pembelajaran yang
memperhatikan minat bakat dari murid. Sebelumnya dalam proses pembelajaran di
kelas hanya terpaku pada pemenuhan kebutuhan murid untuk mendapatkan pengetahuan
yang sesuai dengan Kurikulum di sekolah. Setelah mendapatkan pemahaman terkait
dengan pembelajaran yang berpihak pada murid, saya semakin termotivasi untuk
memberikan proses pembelajaran dengan berbagai metode agar murid bisa belajar
dengan nyaman dan konsep tersampaikan secara maksimal. Oleh karena itu saya
mengubah pemikiran untuk pembelajaran yang bukan hanya melihat kebutuhan murid
tetapi juga lebih melihat pada minat dan kemampuan murid dikelas, walaupun hal
ini tidak mudah.
2. Bagaimana perubahan pemikiran tersebut berkontribusi
terhadap pemahaman saya tentang implementasi pembelajaran berdiferensiasi?
Perubahan pemikiran tersebut sangat kuat
memotivasi diri saya dalam mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi
dikelas. Hal ini dikarenakan perubahan baik yang saya coba di awal pembelajaran
dengan metode yang sangat sederhana, diawali dengan assesmen diagnostik ,
ternyata memberikan hal positif yang luar biasa dalam pendangan maupun
pemahaman saya terhadap proses pembelajaran seutuhnya.
33. Bagaimana saya
tetap dapat bersikap positif walaupun banyak tantangan dalam penerapan
pembelajaran berdiferensiasi ini?
Betul sekali, dalam penerapan pembelajaran
berdiferensiasi tidak lah mudah, banyak tantangan dan hambatan yang akan kita
temui, penerapan yang sudah saya lakukan secara sederhana memang membutuhkan
perhatian dan tindak lanjut yang tidak mudah. Oleh karena saya mencoba untuk
tetap bersikap dan berfikir positif menghadapi kondisi tersebut dengan
mempertimbangkan dan melihat kembali " keunikan dan kelebihan"
yang beragam dikelas.
Refleksi secara individu terhadap perjalanan pembelajaran Berdiferensiasi
1. Simpulan mengenai pembelajaran diferensiasi:
Pembelajaran berdiferensiasi adalah adalah serangkaian keputusan masuk
akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan
murid. Dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi
adalah pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan murid dengan memperhatikan
aspek kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar murid. Sebagai guru, kita semua tentu tahu bahwa murid akan
menunjukkan kinerja yang lebih baik jika tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan
keterampilan dan pemahaman yang mereka miliki sebelumnya (kesiapan belajar).
Lalu jika tugas-tugas tersebut memicu keingintahuan atau hasrat dalam diri
seorang murid (minat), dan jika tugas itu memberikan kesempatan bagi mereka
untuk bekerja dengan cara yang mereka sukai (profil belajar).
2. Alasan pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi
kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal.
Karena dalam pembelajaran diferensiasi kita sebagai guru harus
memahami dan mengimplementasikan:
a. Tujuan pembelajaran jelas
b. Kebutuhan belajar siswa terakomodasi
c. Lingkungan yang mengundang siswa untuk belajar
d. Manajemen kelas yang efektif
e. Penilaian berkelanjutan
Pembelajaran diferensiasi dapat memenuhi kebutuhan murid karena pembelajaran dirancang sesuai dengan kesiapan, minat dan profil belajar murid. Murid akan bahagia dalam kegiatan pembelajaran di kelas karena sesuai dengan minat dan kesukaan mereka. Pembelajaran berdifirensiasi juga dapat membantu mencapai hasil belajar yang optimal karena murid yang bahagia dalam pembelajaran otomatis akan menyerap materi pembelajaran dengan sangat baik dan mereka akan menampilkan hasil belajar yang sesuai dengan minat mereka sehingga hasil belajar mereka akan maksimal.
3. Kaitan antara materi dalam modul ini dengan modul lain di Program Pendidikan Guru Penggerak
a. Pembelajaran berdiferensiasi, kaitannya dengan isi Modul 1.1 tentang Filosofi Pendidikan KHD
Fiosofi Pembelajaran KHD menegaskan bahwa pendidikan menghamba pada anak atau
bisa diartikan berpihak kepada siswa. Hal ini sesuai dengan pembelajaran berdiferensiasi,
yakni pembelajaran harus berorientasi kepada kebutuhan murid
b.
Pembelajaran berdiferensiasi, kaitannya dengan Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru
Penggerak
Nilai dan peran guru penggerak yang sudah dimiliki oleh guru akan mendukung
tercapainya pelaksanaan pembelajaran diferensiasi yang efektif di kelas.
Contohnya, nilai guru penggerak, yakni mandiri, kolaboratif, inovatif, berpihak
kepada siswa, dan reflektif tentunya akan sangat mendukung terlaksananya
pembelajaran berdiferensiasi.
c. Pembelajaran
berdiferensiasi, kaitannya dengan Modul 1.3 Visi Guru Penggerak
Salah satu kegiatan yang bisa mendukung tercapainya visi guru penggerak tentang
siswa impian adalah dengan melaksanakan pembelajaran diferensiasi. Pembelajaran
ini bisa mengoptimalkan potensi siswa yang berbeda-beda sehingga mereka bisa
berhasil dalam pembelajaran.
d. Pembelajaran berdiferensiasi, kaitannya dengan Modul 1.4 Budaya Positif
Pembelajaran berdiferensiasi bisa berhasil jika didalamnya dilaksanakan asas budaya positif. Adanya kesepakatan dan nilai disiplin positif akan membuat pembelajaran bisa berjalan secara aman, nyaman, dan berpihak kepada siswa.



















.jpeg)


