JIKA MEMULAINYA KARENA ALLAH, MAKA JANGAN MENYERAH KARENA MANUSIA

BELAJAR SEPANJANG HAYAT

Tuesday, September 12, 2023

Koneksi Antar Materi Modul 1.2

 




1.2.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 1.2

Setelah saya menjalani pembelajaran dari Modul 1.1 hingga Modul 1.2 ini, berikut adalah hal yang menjadi pembelajaran bagi saya (model refleksi 4P):

Peristiwa

        Di modul 1.1 dijelaskan tentang tujuan pendidikan, kodrat keadaan, asas trikon, sistem among, budi pekerti, dan lain-lain. Di modul 1.1. saya tercerahkan bahwa anak bukan seperti tabula rasa. Namun, sejak lahir anak sudah membawa kodratnya masing-masing. Ibaratnya kertas, setiap anak sudah memiliki garis-garis samar. Tugas pendidik adalah menebalkan dan memperjelas garis-garis tersebut agar semakin jelas. Saat proses menebalkan dan memperjelas garis, pendidik harus mengutamakan proses menuntun agar proses pendidikan bisa berjalan optimal. Dengan kata lain, pendidikan adalah upaya untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki setiap siswa. Tentunya, setiap siswa memiliki potensi yang beragam.

        Di modul 1.2., saya belajar mengenai nilai dan peran guru penggerak. Nilai guru penggerak di antaranya berpihak kepada siswa, mandiri, reflektif, kolaboratif, dan inovatif. Nilai-nilai tersebut harus dimiliki oleh guru penggerak untuk mendukung perannya. Adapun peran guru penggerak adalah menjadi pemimpin pembelajaran, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi, mewujudkan kepemimpinan siswa, dan menggerakkan komunitas praktisi. Di materi modul 1.2. saya menjadi tercerahkan untuk bisa memiliki dan menguatkan setiap nilai guru penggerak untuk mendukung peran saya sebagai guru penggerak. Kaitan antara Modul 1.1 dan 1.2 yang saya pahami adalah dua modul tersebut saling mendukung dan berkesinambungan karena dua-duanya pada akhirnya memberi pemahaman untuk mewujudkan pembelajaran yang berpihak kepada siswa.

Perasaan

        Saat momen itu terjadi saya merasa seperti bagaikan mendapat Petunjuk Arah yang menguatkan dan mencapai tujuannya. Materi di modul 1.1. dan 1.2. membuka kesadaran saya tentang pendidikan yang berpihak kepada siswa. Saya kadang berpikir, mengapa tidak sejak dahulu saya mendapat materi seperti modul 1.1 dan 1.2.

Pembelajaran

        Sebelum momen tersebut terjadi saya berpikir bahwa anak lahir di dunia itu seperti Gelas kosong, yakni Gelas kosong yang harus di isi ilmu pengetahuan. Namun, sekarang saya anggapan itu tidaklah benar karena sesuai pemikiran KHD, bahwa anak lahir sudah membawa kodratnya masing-masing. Mereka seperti kertas yang sudah bergaris, tetapi garisnya masih samar-samar sehingga tugas pendidik adalah menebalkannya menjadi lebih jelas. Saya dulu juga berpikir bahwa peran pendidik adalah menyelesaikan materi sesuai dengan capaian kurikulum dan anak - anak mendapatkan nilai tinggi. Namun, sekarang saya berpikir dalam proses pembelajaran kita harus memperhatian latar belakang, minat, bakat, potensi setiap siswa sehingga proses pembelajaran akan berpihak kepada siswa.

Berikut pengembangan diri yang sederhana, konkret dan rutin yang dapat saya lakukan sendiri dari sekarang, untuk membantu menguatkan nilai-nilai dan peran saya sebagai guru penggerak. 

  1. Terus belajar secara mandiri untuk mendukung pembelajaran yang berpihak pada siswa dan pemimpin pembelajaran, baik secara autodidak, melihat praktik baik maupun dengan pelatihan. 
  2. Melakukan asesmen diagnostik, melakukan pembelajaran yang berdiferensiasi, menciptakan suasana belajar dan lingkungan kelas yang nyaman, aman dan bahagia sehingga pembelajaran berpihak pada murid.
  3. Selalu melakukan refleksi pembelajaran untuk bahan perbaikan terhadap pelaksanaan pembelajaran selanjutnya. 
  4. Berkolaborasi dengan pihak lain untuk mendukung terciptanya proses pembelajaran yang berkualitas.
  5. Melakukan pembelajaran yang inovatif dengan memanfaatkan teknologi dan lingkungan sekitar sekolah.

Share:

0 comments:

Post a Comment

Total Pageviews

Postingan Populer

Followers