JIKA MEMULAINYA KARENA ALLAH, MAKA JANGAN MENYERAH KARENA MANUSIA

BELAJAR SEPANJANG HAYAT

Kumpulan Soal - Soal UP PPG Daljab 2022

Alhamdulillah saya merupakan mahasiswa PPG DALJAB TAHUN 2022 ANGKATAN 1 yang sudah menuntaskan semua tahapannya dan dinyatakan LULUS setelah mengikuti ujian akhir. Ini materi-materi yang saya dan teman teman 1 kelompok pelajari ketika mau menghadapi ujian up, semoga bermanfaat dan semoga kalian juga bisa lulus aamiin

Hasil Seleksi Tahap 1 Guru Penggerak Angkatan 8

Berikut Hasil Seleksi Tahap 1 Guru Penggerak Angkatan 8 Provinsi Banten

Cara Menjual Ikan Cupang Ke Luar Negeri

Ini adalah transhipping yang di miliki oleh indonesia yang saya ketahui untuk pengiriman ikan cupang ke luar negeri, jadi jika ikan di beli oleh buyer dari luar indonesia, kita cukup mengirimkan nya ke JBG atau bisa juga ke om hermanus.

Cara Membuat Running Text di website

10 detik membuat running text di googlesite

Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum 2013

Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum 2013 untuk PAUD, SD dan SMP tahun 2022

Tuesday, December 5, 2023

2.3.a.8. Koneksi Antarmateri - Modul 2.3

 



2.3.a.8. KONEKSI ANTARMATERI COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK

Instruksi Penugasan

    1. Buatlah sebuah kesimpulan dan refleksi yang disajikan dalam bentuk media  informasi. Format media dapat disesuaikan dengan minat dan kreativitas  Anda. Contoh media yang dapat dibuat: artikel, ilustrasi, grafik, video, rekaman  audio,  screencast presentasi, artikel dalam blog, dan lainnya.
    2. Bacalah pertanyaan-pertanyaan ini untuk membantu Anda membuat kaitan tersebut:
      • Bagaimana peran Anda sebagai seorang coach di sekolah dan keterkaitannya dengan materi sebelumnya di paket modul 2 yaitu pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial dan emosi?
      • Bagaimana keterkaitan keterampilan coaching dengan pengembangan kompetensi sebagai pemimpin  pembelajaran?
    3. Unggahlah tautan media informasi pada laman LMS.
    Peran Saya sebagai seorang coach di sekolah dan keterkaitannya dengan materi sebelumnya di paket modul 2 yaitu pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial dan emosi :

    Coaching ialah sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana coach memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribadi dari coachee (Grant, 1999). Whitmore (2003) mendefinisikan coaching sebagai kunci pembuka potensi seseorang untuk memaksimalkan kinerjanya. Coaching lebih kepada membantu seseorang untuk belajar daripada mengajarinya.

    Coaching dalam konteks pendidikan. Ki Hadjar Dewantara menekankan bahwa tujuan pendidikan itu ‘menuntun’ tumbuhnya atau hidupnya kekuatan kodrat anak sehingga dapat memperbaiki lakunya. Keterampilan coaching perlu dimiliki para pendidik untuk menuntun segala kekuatan kodrat (potensi) murid agar mencapai keselamatan dan kebahagiaan sebagai manusia maupun anggota masyarakat. Proses coaching sebagai komunikasi pembelajaran antara guru dan murid, murid diberikan ruang kebebasan untuk menemukan kekuatan dirinya dan peran pendidik sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan memberdayakan potensi yang ada agar murid tidak kehilangan arah dan menemukan kekuatan dirinya tanpa membahayakan dirinya.

    Peran Saya sebagai seorang coach di sekolah :

    1) Fokus pada coachee (rekan yang akan dikembangkan), yang diawali dengan paradigma berpikir bertumbuh dan keberpihakan pada murid.

    2) Menuntun segala kekuatan kodrat (potensi) murid agar mencapai keselamatan dan kebahagiaan sebagai manusia maupun anggota masyarakat.

    3) Sebagai seorang Guru (pendidik/pamong). Sistem Among, Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, menjadi semangat yang menguatkan keterampilan komunikasi guru dan murid dengan menggunakan pendekatan coaching. Tut Wuri Handayani menjadi kekuatan dalam pendekatan proses coaching dengan memberdayakan (andayani/handayani) semua kekuatan diri pada murid.

    Ada 4 (empat) cara berpikir yang dapat melatih guru (coach/pamong) dalam menciptakan semangat Tut Wuri Handayani dalam setiap perjumpaan pada setiap proses komunikasi dan pembelajaran, yaitu : 1) Coach & Coachee adalah Mitra Belajar, 2) Emansipatif, 3) Kasih dan Persaudaraan, dan 4) Ruang Perjumpaan Pribadi.

    Paradigma tersebut sangat terkait dengan materi sebelumnya di paket modul 2 yaitu pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial dan emosi. Ada 7 (tujuh) alasan Pembelajaran Berdiferensiasi dilakukan di kelas saya, yaitu : 1) Pembelajaran Berdiferensiasi adalah bersifat proaktif; 2) Pembelajaran Berdiferensiasi lebih bersifat kualitatif daripada kuantitatif; 3) Pembelajaran Berdiferensiasi berakar pada penilaian; 4) Pembelajaran Berdiferensiasi menggunakan beberapa pendekatan terhadap konten, proses, dan produk; 5) Pembelajaran berdiferensiasi berpusat pada murid; 6) Pembelajaran berdiferensiasi merupakan perpaduan dari pembelajaran seluruh kelas, kelompok dan individual; dan 7) Pembelajaran berdiferensiasi bersifat "organik" dan dinamis.

    Modul 2.1 Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid dengan menggunakan pembelajaran berdiferensiasi sangat erat kaitannya dengan modul 2.3. Coaching untuk Supervisi Akademik. Pembelajaran berdiferensiasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpihak pada murid. Agar murid memiliki kompetensi sosial dan emosional yang baik, maka sangat perlu dibelajarkan dilatih secara kontinu tentang modul 2.2. Pembelajaran Sosial dan Emosional yang mencakup : 1) Kesadaran Diri, 2) Manajemen Diri, 3) Kesadaran Sosial, 4) Keterampilan Berelasi, dan 5) Pengambilan Keputusan yang bertanggung jawab.

    Keterkaitan keterampilan coaching dengan pengembangan kompetensi sebagai pemimpin pembelajaran :

    Ada 4 (empat) macam paradigma berpikir coaching, yaitu : 1) Fokus pada coachee (rekan yang akan dikembangkan, 2) Bersikap terbuka dan ingin tahu, 3) Memiliki kesadaran diri yang kuat, dan 4) Mampu melihat peluang baru dan masa depan.

    International Coaching Federation (ICF) mendefinisikan coaching sebagai kemitraan dengan klien (coachee) dalam suatu proses kreatif dan menggugah pikiran untuk menginspirasi klien (coachee) agar dapat memaksimalkan potensi pribadi dan profesional yang dimilikinya melalui proses yang menstimulasi dan mengeksplorasi pemikiran dan proses kreatif. Prinsip coaching ada 3 (tiga), yaitu 1) Kemitraan, 2) Proses Kreatif, dan 3) Memaksimalkan potensi.

    Ada 3 (tiga) kompetensi inti yang penting dipahami, diterapkan, dan dilatih secara terus menerus saat melakukan percakapan coaching kepada teman sejawat di sekolah, yaitu : 1) Kehadiran Penuh/Presence, 2) Mendengarkan Aktif (menyimak), dan 3) Mengajukan Pertanyaan Berbobot. Salah satu referensi yang dapat kita gunakan untuk mengajukan pertanyaan berbobot hasil dari mendengarkan aktif yaitu RASA yang diperkenalkan oleh Julian Treasure. RASA merupakan akronim dari Receive, Appreciate, Summarize, dan Ask yang dijelaskan sebagai berikut: R (Receive/Terima), yang berarti menerima/mendengarkan semua informasi yang disampaikan coachee. Perhatikan kata kunci yang diucapkan. A (Appreciate/Apresiasi), yaitu memberikan apresiasi dengan merespon atau memberikan tanda bahwa kita mendengarkan coachee. Respon yang diberikan bisa dengan anggukan, dengan kontak mata atau melontarkan “oh…” “ya…”. Bentuk apresiasi akan muncul saat kita memberikan perhatian dan hadir sepenuhnya pada coachee tidak terganggu dengan situasi lain atau sibuk mencatat. S (Summarize/Merangkum), saat coachee selesai bercerita rangkum untuk memastikan pemahaman kita sama. Perhatikan dan gunakan kata kunci yang diucapkan coachee. Saat merangkum bisa gunakan potongan-potongan informasi yang telah didapatkan dari percakapan sebelumnya. Minta coachee untuk konfirmasi apakah rangkuman sudah sesuai.

    A (Ask/Tanya). Sama dengan apa yang sudah disampaikan sebelumnya terkait kiat mengajukan pertanyaan berbobot berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan saat mengajukan pertanyaan:

    1) ajukan pertanyaan berdasarkan apa yang didengar dan hasil merangkum (summarizing).

    2) ajukan pertanyaan yang membuat pemahaman coachee lebih dalam tentang situasinya.

    3) pertanyaan harus merupakan hasil mendengarkan yang mengandung penggalian atas kata kunci atau emosi yang sudah dikonfirmasi.

    4) dalam format pertanyaan terbuka: menggunakan apa, bagaimana, seberapa, kapan, siapa atau di mana.

    5) Hindari menggunakan pertanyaan tertutup: “mengapa” atau “apakah” atau “sudahkah”.

    Percakapan Berbasis Coaching dengan Alur TIRTA.

    TIRTA dikembangkan dari satu model umum coaching yang dikenal sangat luas dan telah banyak diaplikasikan, yaitu GROW model. GROW adalah kepanjangan dari Goal, Reality, Options dan Will. Pada tahapan 1) Goal (Tujuan): coach perlu mengetahui apa tujuan yang hendak dicapai coachee dari sesi coaching ini, 2) Reality (Hal-hal yang nyata): proses menggali semua hal yang terjadi pada diri coachee, 3) Options (Pilihan): coach membantu coachee dalam memilah dan memilih hasil pemikiran selama sesi yang nantinya akan dijadikan sebuah rancangan aksi. 4) Will (Keinginan untuk maju): komitmen coachee dalam membuat sebuah rencana aksi dan menjalankannya.

    TIRTA dapat dijelaskan sebagai berikut: 

    1) Tujuan Umum (Tahap awal dimana kedua pihak coach dan coachee menyepakati tujuan pembicaraan yang akan berlangsung. Idealnya tujuan ini datang dari coachee).

    2) Identifikasi (Coach melakukan penggalian dan pemetaan situasi yang sedang dibicarakan, dan menghubungkan dengan fakta-fakta yang ada pada saat sesi).

    3) Rencana Aksi (Pengembangan ide atau alternatif solusi untuk rencana yang akan dibuat).

    4) TAnggung jawab (Membuat komitmen atas hasil yang dicapai dan untuk langkah selanjutnya).

    Ada 7 (tujuh) prinsip supervisi akademik dengan paradigma berpikir coaching, meliputi: 1) Kemitraan: proses kolaboratif antara supervisor dan guru; 2) Konstruktif: bertujuan mengembangkan kompetensi individu; 3) Terencana; 4) Reflektif; 5) Objektif: data/informasi diambil berdasarkan sasaran yang sudah disepakati; 6) Berkesinambungan; dan 7) Komprehensif: mencakup tujuan dari proses supervisi akademik.

    Share:

    Sunday, November 5, 2023

    KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.1

     


    Pertanyaan Pemantik untuk sesi pembelajaran ini adalah:

    1. Apakah saya mengubah pemikiran saya sebagai akibat dari apa telah saya pelajari?
    2. Bagaimana perubahan pemikiran tersebut berkontribusi terhadap pemahaman saya tentang implementasi pembelajaran berdiferensiasi?
    3. Bagaimana saya tetap dapat bersikap positif walaupun banyak tantangan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi ini?

    1. Apakah saya mengubah pemikiran saya sebagai akibat dari apa telah saya pelajari?

    Pemikiran saya dalam proses pembelajaran sebelum mempelajari modul 2.1 ini memang belum berfokus pada pembelajaran yang memperhatikan minat bakat dari murid. Sebelumnya dalam proses pembelajaran di kelas hanya terpaku pada pemenuhan kebutuhan murid untuk mendapatkan pengetahuan yang sesuai dengan Kurikulum di sekolah. Setelah mendapatkan pemahaman terkait dengan pembelajaran yang berpihak pada murid, saya semakin termotivasi untuk memberikan proses pembelajaran dengan berbagai metode agar murid bisa belajar dengan nyaman dan konsep tersampaikan secara maksimal. Oleh karena itu saya mengubah pemikiran untuk pembelajaran yang bukan hanya melihat kebutuhan murid tetapi juga lebih melihat pada minat dan kemampuan murid dikelas, walaupun hal ini tidak mudah.

    2. Bagaimana perubahan pemikiran tersebut berkontribusi terhadap pemahaman saya tentang implementasi pembelajaran berdiferensiasi?

    Perubahan pemikiran tersebut sangat kuat memotivasi diri saya dalam mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi dikelas. Hal ini dikarenakan perubahan baik yang saya coba di awal pembelajaran dengan metode yang sangat sederhana,  diawali dengan assesmen diagnostik , ternyata memberikan hal positif yang luar biasa dalam pendangan maupun pemahaman saya terhadap proses pembelajaran seutuhnya.

    33. Bagaimana saya tetap dapat bersikap positif walaupun banyak tantangan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi ini?

    Betul sekali, dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi tidak lah mudah, banyak tantangan dan hambatan yang akan kita temui, penerapan yang sudah saya lakukan secara sederhana memang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut yang tidak mudah. Oleh karena saya mencoba untuk tetap bersikap dan berfikir positif menghadapi kondisi tersebut dengan mempertimbangkan dan melihat kembali " keunikan dan kelebihan"  yang beragam  dikelas.

    Refleksi secara individu terhadap perjalanan pembelajaran Berdiferensiasi


    1. Simpulan mengenai pembelajaran diferensiasi:

    Pembelajaran berdiferensiasi adalah adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan murid dengan memperhatikan aspek kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar murid. Sebagai guru, kita semua tentu tahu bahwa murid akan menunjukkan kinerja yang lebih baik jika tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan keterampilan dan pemahaman yang mereka miliki sebelumnya (kesiapan belajar). Lalu jika tugas-tugas tersebut memicu keingintahuan atau hasrat dalam diri seorang murid (minat), dan jika tugas itu memberikan kesempatan bagi mereka untuk bekerja dengan cara yang mereka sukai (profil belajar).

     

    2. Alasan pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal.

    Karena dalam pembelajaran diferensiasi kita sebagai guru harus memahami dan mengimplementasikan:

    a. Tujuan pembelajaran jelas

    b. Kebutuhan belajar siswa terakomodasi

    c. Lingkungan yang mengundang siswa untuk belajar

    d. Manajemen kelas yang efektif

    e. Penilaian berkelanjutan

    Pembelajaran diferensiasi dapat memenuhi kebutuhan murid karena pembelajaran dirancang sesuai dengan kesiapan, minat dan profil belajar murid. Murid akan bahagia dalam kegiatan pembelajaran di kelas karena sesuai dengan minat dan kesukaan mereka. Pembelajaran berdifirensiasi juga dapat membantu mencapai hasil belajar yang optimal karena murid yang bahagia dalam pembelajaran otomatis akan menyerap materi pembelajaran dengan sangat baik dan mereka akan menampilkan hasil belajar yang sesuai dengan minat mereka sehingga hasil belajar mereka akan maksimal.

    3. Kaitan antara materi dalam modul ini dengan modul lain di Program Pendidikan Guru Penggerak

    a. Pembelajaran berdiferensiasi, kaitannya dengan isi Modul 1.1 tentang Filosofi Pendidikan KHD

    Fiosofi Pembelajaran KHD menegaskan bahwa pendidikan menghamba pada anak atau bisa diartikan berpihak kepada siswa. Hal ini sesuai dengan pembelajaran berdiferensiasi, yakni pembelajaran harus berorientasi kepada kebutuhan murid

     

    b. Pembelajaran berdiferensiasi, kaitannya dengan Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak

    Nilai dan peran guru penggerak yang sudah dimiliki oleh guru akan mendukung tercapainya pelaksanaan pembelajaran diferensiasi yang efektif di kelas. Contohnya, nilai guru penggerak, yakni mandiri, kolaboratif, inovatif, berpihak kepada siswa, dan reflektif tentunya akan sangat mendukung terlaksananya pembelajaran berdiferensiasi.

     

    c. Pembelajaran berdiferensiasi, kaitannya dengan Modul 1.3 Visi Guru Penggerak

    Salah satu kegiatan yang bisa mendukung tercapainya visi guru penggerak tentang siswa impian adalah dengan melaksanakan pembelajaran diferensiasi. Pembelajaran ini bisa mengoptimalkan potensi siswa yang berbeda-beda sehingga mereka bisa berhasil dalam pembelajaran.

     

    d. Pembelajaran berdiferensiasi, kaitannya dengan Modul 1.4 Budaya Positif

    Pembelajaran berdiferensiasi bisa berhasil jika didalamnya dilaksanakan asas budaya positif. Adanya kesepakatan dan nilai disiplin positif akan membuat pembelajaran bisa berjalan secara aman, nyaman, dan berpihak kepada siswa.





    Share:

    Wednesday, October 25, 2023

    AKSI NYATA MODUL 1.4 "DESIMINASI BUDAYA POSITIF"

     



    DESIMINASI BUDAYA POSITIF DI SDN 1 SINARGALIH


    MATERI BUDAYA POSITIF


    MATERI BUDAYA POSITIF



    VIDEO DESIMINASI



    Share:

    Tuesday, September 12, 2023

    Koneksi Antar Materi Modul 1.2

     




    1.2.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 1.2

    Setelah saya menjalani pembelajaran dari Modul 1.1 hingga Modul 1.2 ini, berikut adalah hal yang menjadi pembelajaran bagi saya (model refleksi 4P):

    Peristiwa

            Di modul 1.1 dijelaskan tentang tujuan pendidikan, kodrat keadaan, asas trikon, sistem among, budi pekerti, dan lain-lain. Di modul 1.1. saya tercerahkan bahwa anak bukan seperti tabula rasa. Namun, sejak lahir anak sudah membawa kodratnya masing-masing. Ibaratnya kertas, setiap anak sudah memiliki garis-garis samar. Tugas pendidik adalah menebalkan dan memperjelas garis-garis tersebut agar semakin jelas. Saat proses menebalkan dan memperjelas garis, pendidik harus mengutamakan proses menuntun agar proses pendidikan bisa berjalan optimal. Dengan kata lain, pendidikan adalah upaya untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki setiap siswa. Tentunya, setiap siswa memiliki potensi yang beragam.

            Di modul 1.2., saya belajar mengenai nilai dan peran guru penggerak. Nilai guru penggerak di antaranya berpihak kepada siswa, mandiri, reflektif, kolaboratif, dan inovatif. Nilai-nilai tersebut harus dimiliki oleh guru penggerak untuk mendukung perannya. Adapun peran guru penggerak adalah menjadi pemimpin pembelajaran, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi, mewujudkan kepemimpinan siswa, dan menggerakkan komunitas praktisi. Di materi modul 1.2. saya menjadi tercerahkan untuk bisa memiliki dan menguatkan setiap nilai guru penggerak untuk mendukung peran saya sebagai guru penggerak. Kaitan antara Modul 1.1 dan 1.2 yang saya pahami adalah dua modul tersebut saling mendukung dan berkesinambungan karena dua-duanya pada akhirnya memberi pemahaman untuk mewujudkan pembelajaran yang berpihak kepada siswa.

    Perasaan

            Saat momen itu terjadi saya merasa seperti bagaikan mendapat Petunjuk Arah yang menguatkan dan mencapai tujuannya. Materi di modul 1.1. dan 1.2. membuka kesadaran saya tentang pendidikan yang berpihak kepada siswa. Saya kadang berpikir, mengapa tidak sejak dahulu saya mendapat materi seperti modul 1.1 dan 1.2.

    Pembelajaran

            Sebelum momen tersebut terjadi saya berpikir bahwa anak lahir di dunia itu seperti Gelas kosong, yakni Gelas kosong yang harus di isi ilmu pengetahuan. Namun, sekarang saya anggapan itu tidaklah benar karena sesuai pemikiran KHD, bahwa anak lahir sudah membawa kodratnya masing-masing. Mereka seperti kertas yang sudah bergaris, tetapi garisnya masih samar-samar sehingga tugas pendidik adalah menebalkannya menjadi lebih jelas. Saya dulu juga berpikir bahwa peran pendidik adalah menyelesaikan materi sesuai dengan capaian kurikulum dan anak - anak mendapatkan nilai tinggi. Namun, sekarang saya berpikir dalam proses pembelajaran kita harus memperhatian latar belakang, minat, bakat, potensi setiap siswa sehingga proses pembelajaran akan berpihak kepada siswa.

    Berikut pengembangan diri yang sederhana, konkret dan rutin yang dapat saya lakukan sendiri dari sekarang, untuk membantu menguatkan nilai-nilai dan peran saya sebagai guru penggerak. 

    1. Terus belajar secara mandiri untuk mendukung pembelajaran yang berpihak pada siswa dan pemimpin pembelajaran, baik secara autodidak, melihat praktik baik maupun dengan pelatihan. 
    2. Melakukan asesmen diagnostik, melakukan pembelajaran yang berdiferensiasi, menciptakan suasana belajar dan lingkungan kelas yang nyaman, aman dan bahagia sehingga pembelajaran berpihak pada murid.
    3. Selalu melakukan refleksi pembelajaran untuk bahan perbaikan terhadap pelaksanaan pembelajaran selanjutnya. 
    4. Berkolaborasi dengan pihak lain untuk mendukung terciptanya proses pembelajaran yang berkualitas.
    5. Melakukan pembelajaran yang inovatif dengan memanfaatkan teknologi dan lingkungan sekitar sekolah.

    Share:

    Thursday, August 31, 2023

    Tugas Demonstrasi Kontekstual Modul 1.1


     

    Share:

    Tugas CGP Ricki Vebriana Angkatan 9 (1.1.A.8 Koneksi Antar Materi "Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1)

     

    Apa yang Anda percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum Anda  mempelajari modul 1.1?
            Sebelum mempelajari modul 1.1 terkait dengan refleksi filosofi kihajar dewantara mengenai pendidikan nasional, saya sudah percaya bahwa murid memiliki bakat dan potensi yang berbeda - beda sehingga guru perlu memperlakukan murid sesuai dengan bakat potensi yang telah dimiliki. namun saya selalu kebingungan harus seperti apa memperlakukan murid dengan jumlah yang banyak dan memiliki karakter yang berbeda. Saya juga memahami ketika pembelajaran dikelas murid memiliki daya tangkap dan gaya belajar yang berbeda-beda. Saya pun mencoba berbagai cara agar ketika pembelajaran dikelas bisa memenuhi kebutuhan mereka, melalui pendekatan secara personal, metode pembelajaran, media pembelajaran, permainan bahkan mengenalkan lingkungan sekitar. semua nya dilakukan agar anak bisa bahagia dan semangat untuk belajar nya. 

    Mengenal Lingkungan Sekitar Sekolah




    Penggunaan Metode dan Media Pembelajaran

         

    Permainan

    Mengolah hasil alam disekitar rumah atau sekolah 


    Apa yang berubah dari pemikiran atau perilaku Anda setelah mempelajari modul ini? 
               Setelah mempelajari modul ini saya banyak belajar mengenai arti sepenuhnya pendidikan dan pengajaran yang mana pendidikan itu menuntun segala kekuatan yang ada pada diri anak agar bisa mandiri dan bermasyarakat dengan selamat dan bahagia. sebagai guru yang menuntun kodrat anak harus memiliki ing ngarso sung tulodo (tauladan) ing madyo mangun karso (menggugah, membangun) dan tut wuri handayani (memotivasi) sehingga anak menjadi merdeka yang hidup lahir batinnya tidak bergantung pada orang lain akan tetapi bersandar pada kekuatan sendiri. maka dari itu pendidikan dan pengajaran berguna untuk perikehidupan bersama yang mana dapat memerdekakan manusia sebagai bagian dari persatuan rakyat.
            Saya lebih paham akan kodrat anak yang merdeka, dimana anak ingin bebas secara lahir dan mandiri secara batin sehingga peran guru sebagai pembimbing yang menuntun anak dengan kodratnya agar dapat menegakan diri dan mengatur perikehidupannya dengan tertib untuk dirinya maupun orang lain. pendidikan itu untuk memerdekakan batin dan pengajaran untuk memerdekakan lahir. kodrat anak juga bermain dimana anak memiliki pikiran, perasaan, kemauan dan tenaga sehingga guru juga dapat mengarahkan kekuatan bermain pada diri anak agar dapat tumbuh menjadi budi pekerti yang baik. semua itu harus dilakukan oleh guru secara sabar, ihklas serta tekun agar dapat menuntun anak menuju keselamatan dan kebahagiaan baik untuk diri nya ataupun untuk kehidupan dalam bermasyarakat, sehingga kodrat alam dan zaman nya akan terpenuhi dengan baik. 

     Apa yang dapat segera Anda terapkan lebih baik agar kelas Anda mencerminkan pemikiran KHD?
            Setelah memahami modul ini saya akan menerapkan dan meningkatkan pendidikan dan pengajaran didalam kelas melalui asesmen diagnostik untuk mengenal bakat, minat, potensi dan gaya belajar yang dimiliki anak, mengadakan ice breaking di pembelajaran agar suasana belajar menjadi menyenangkan, menggunakan metode dan media pembelajaran yang mendukung dengan kodrat alam dan zaman nya, memasukan permainan yang mendukung dengan materi pelajaran serta mengintegrasikan sosial budaya yang ada dilingkungannya kedalam pelajaran dan pembiasaan dikelas.

    Terimakasih, semoga bermanfaat. semangat mengikuti pendidikan guru penggerak 

    "Jika Memulainya Karena Allah SWT, Maka Jangan Menyerah Karena manusia" (Gus Baha)





    Share:

    Thursday, August 17, 2023

    JADWAL IMPLEMENTASI PROGRAM PGP ANGKATAN 9 TAHUN 2023 - 2024

     JADWAL PELAKSANAAN PROGRAM PGP ANGKATAN 9 TAHUN 2023 - 2024



    Share:

    Sunday, February 19, 2023

    SELEKSI TERBUKA Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) di Lingkungan Otorita Ibu Kota Nusantara


     Jangan Sampai Terlewat Seleksi Terbuka Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN)

    Pendaftaran Mulai Tanggal 20 Februari 2023 s.d 24 Februari 2023

    Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) membuka kesempatan bagi putra dan putri terbaik bangsa untuk bergabung menjadi bagian dari OIKN melalui skema Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN).

    Pendaftaran Seleksi Melalui ikn.go.id/RekPPNPNOIKN

    Persyaratan dapat dibaca melalui ikn.go.id/karier

    Semoga Bermanfaat

    Share:

    BIMTEK Seri Semangat Guru 2 : Kompetensi Nonteknis Pendukung Implementasi Kurikulum Merdeka

     Telah dibuka Pelatihan untuk meningkatkan kompetensi kemampuan nonteknis guru untuk mendukung metode pembelajaran yang berpusat kepada siswa, sesuai dengan Kurikulum Merdeka.

    Mulai angkatan 5, 6 dan 7

    Program Guru Belajar dan Berbagi

    Seri Semangat Guru 2 : Kompetensi Nonteknis Pendukung Implementasi Kurikulum Merdeka


    adalah pelatihan untuk meningkatkan kompetensi kemampuan nonteknis guru untuk mendukung metode pembelajaran yang berpusat kepada siswa, sesuai dengan Kurikulum Merdeka.

    Dalam mempersiapkan guru Indonesia untuk masa depan, dibutuhkan sosok yang fleksibel, adaptif terhadap teknologi dan menguasai kemampuan nonteknis yang relevan. Dalam pelatihan ini para peserta akan belajar, mengeksplorasi dan berlatih topik-topik menarik seperti motivasi, berpikir kritis, penyelesaian masalah, kreativitas, inovasi, empati, pembinaan, komunikasi, dan kepemimpinan.

    Sumber : https://ayogurubelajar.kemdikbud.go.id/seri-semangat-guru-2-kompetensi-nonteknis-pendukung-implementasi-kurikulum-merdeka/


    Share:

    Tuesday, January 31, 2023

    Lomba Video Pembelajaran Berdiferensiasi Jenjang Paud/TK, SD, SMP SePROVINSI BANTEN

     

    Lomba Video Pembelajaran Berdiferensiasi Jenjang Paud/TK, SD, SMP SePROVINSI BANTEN
    Ayo Ikuti Lomba Video Pembelajaran Berdiferensiasi Jenjang Paud/TK, SD, SMP SePROVINSI BANTEN

    Dalam Rangka Memperingati HUT Kota Tanggerang ke-30

    Hadiah uang pembinaan dengan total 48 juta

    Persayaratan

    Guru Jenjang Paud/TK, SD dan SMP se Provinsi Banten

    Pengiriman video pembelajaran 1 - 7 Februari 2023

    Penilaian Video Pembelajaran 8 - 13 Februari 2023

    Info Pendaftaran Bisa di lihat di gambar

    Semoga Bermanfaat

    Share:

    PELATIHAN KEPALA SEKOLAH DAN GURU TAHUN 2023

    Halo Bapak/Ibu

    Tahun 2023 program pelatihan e-PINTAR Tanoto Foundation kembali dibuka. Pelatihan ini dapat diikuti oleh Guru, Kepala Sekolah dan peminat pendidikan secara mandiri melalui LMS pintartanoto.id.

    Bapak/Ibu dapat memilih topik-topik pelatihan yang menarik secara GRATIS.

    Silahkan daftarkan diri Anda.

    Semoga Bermanfaat
    Share:

    Total Pageviews

    Postingan Populer

    Followers